Phnom Penh adalah kota yang sedang bergerak — sebuah kota di mana gema tradisi bertemu dengan ambisi pembangunan modern. Dalam lanskap yang dinamis ini, infrastruktur lebih dari sekadar beton dan baja; ia adalah fondasi kemajuan. Di antara proyek yang paling dinanti dalam sejarah terbaru Kamboja adalah Jembatan Persahabatan Kamboja-Korea, sebuah struktur transformatif yang menjanjikan untuk membentuk kembali masa depan ibukota baik secara fisik maupun ekonomi.
Dijadwalkan untuk dimulai pada Juni 2025, jembatan ini adalah bukti kemitraan yang semakin kuat antara Kamboja dan Korea Selatan. Didanai dengan pinjaman sebesar $235 juta dari Bank Ekspor-Impor Korea Selatan, jembatan ini akan membentang sekitar 2.375-meter melintasi sungai Tonle Sap dan Mekong. Jembatan ini akan menghubungkan area Pasar Malam yang ramai di Phnom Penh ke Chroy Changvar dan melanjutkan melintasi sungai menuju Arey Ksat di provinsi Kandal. Dengan desain kabel yang modern dan estetika yang terinspirasi oleh budaya — menara jembatan ini menggema salam tradisional sampeah Kamboja — jembatan ini akan menjadi sebuah landmark baru bagi kota tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik disini