Bandung - Humas BRIN. Transformasi digital tidak cukup dipahami sebagai adopsi teknologi, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pemanfaatan teknologi yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan. Gagasan tersebut disampaikan Prof. Junseok Hwang dari Seoul National University, Republik Korea, dalam Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi (DESAIN) #7 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung, , Rabu (22/7).
Dalam paparannya, Prof. Hwang memperkenalkan konsep digitalogy, yaitu kajian mengenai kehidupan di era digital. Konsep ini tidak hanya membahas perkembangan teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap manusia, masyarakat, ekonomi, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan. Menurutnya, transformasi digital harus selalu menempatkan manusia sebagai pusatnya.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik disini